Kini Indonesia telah dilanda oleh suasana Ramadhan. Menu-menu khas berbuka puasa dan sahurpun terus bermunculan. Namun, berbeda dari Bulan Ramadhan tahun sebelumnya, di tahun 2019 ini umat muslim di Indonesia melaksanakan bulan Ramadhan ditemani dinginnya musim hujan. Udara pada sore hari menjelang berbuka akan terasa … Continue reading Keju Pangsit: Menu Buka Puasa Olahan Keju Spesial Ramadhan Musim Hujan 2019
BANDUNG, (GN)-Mengikuti trend zaman sekarang, beberapa pengusaha mengeluarkan modal selangit untuk menerapkan tema Retro di kafe mereka. Namun hal itu tidak berlaku di kafe Trotoart. Daripada mengeluarkan setumpuk uang, Kafe sekaligus Beer House ini lebih memilih untuk memanfaatkan barang-barang rongsokan sebagai bahan Retro mereka. Jangan … Continue reading Beer House Trottoart: Dekor ala Retro dengan Modal Zero.
Gambar: Kios tempat menjajakan Tahu Sumedang Sukaati
“Bau harum kotak-kotak coklat itu menyeruak mengisi ruangan, menciptakan suara renyah ketika diserbu oleh mulut-mulut preman dan masyarakat yang kelaparan di pagi hari. Beberapa orang lain berdatangan, lalu berkata: “Tolong beli Tahu Sumedang-nya 100 biji.”
Tempatnya kecil jika dibandingkan dengan pabrik tahu lainnya. Bahkan jika tidak ada yang berjalan sampai kedalam, tempat yang berada di Jalan Sukaati Raya No.13, Pasirluyu, Regol, Bandung itu hanya akan terlihat seperti rumah biasa yang mempunyai tampilan pas-pasan. Satu-satunya tanda bahwa bangunan itu adalah pabrik utama dari Tahu Sumedang yang melegenda, adalah Spanduk bertuliskan “Tahu Sumedang Sukaati” yang tergantung di depan rumah, dan juga harum semerbak berasal dari tahu Sumedang yang baru keluar dari penggorengan.
(Gambar: Para Pekerja sedang memproses pembuatan Tahu Sumedang Sukaati dari bahan utama kacang kedelai)
Siapa sangka, aktivitas orang-orang yang berteduh di bangunan putih itu, bahkan sudah dimulai saat sinar matahari belum menyentuh bumi. Dari jam tiga subuh, para pengrajin Tahu Sumedang Sukaati itu sudah berpeluh. Kepala keluarga, sampai adik termuda, semua bergerak melakukan tugasnya masing-masing dengan seirama. Beberapa dari mereka menyambut para pelanggan yang bermunculan dari jam 07.00 pagi sampai sore menyingsing dengan senyuman sehangat Tahu Sumedang yang mereka hidangkan. Beberapa lagi berpeluh di pabrik mengaduk-aduk cairan kacang kedelai sampai mulai mengental.
Bapak tua pemilih pabrik Tahu Sumedang Sukaati yang sederhana itu bernama Jusup. Seorang mantan dosen dari suatu perguruan tinggi paling ternama di Bandung. Pagi itu Ia memulai tugasnya dengan mengenakan kaus hitam berlengan panjang bertuliskan “Tahu Sumedang Sukaati” di depan nya, celana kain batik, dan Iket Sunda yang melingkar di kepala nya.
Gambar: Bapak Jusup kepala keluarga sekaligus pemilik Perusahaan Keluarga Tahu Sumedang ‘Sukaat’
Bapak kelahiran asli di Sumedang itu sudah berhasil mempertahankan pabrik tahu nya sampai tiba di generasi keempat. Ia berhasil membawa perusahaannya menjadi salah satu dari 20% pengusaha pribumi yang mampu bertahan lebih dari dua generasi.
“Hidup itu pilihan. Alasan mengapa saya bisa menjalankan pabrik ini sampai ke generasi yang keempat adalah karena saya menjalankan konsep modern, dengan pelaksanaan yang sederhana.”
Dan konsep modern dengan pelaksanaan yang sederhanalah yang keluarga itu lakukan.
Konsep modern yang ia terapkan adalah, konsep bahwa semua hal dapat dijadikan bahan berguna. Dari ampas tahu, ia jual dengan harga Rp. 4000 perkarung kepada para peternak yang ingin memberi makan domba-dombanya. Dari bekas minyak, ia ciptakan bio-solar untuk menghasilkan uang tambahan. Kacang kedelai tidak disimpannya didalam gudang, melainkan dengan memesannya langsung kepada pemasok. Karena itu ia tidak perlu takut kacang kedelai nya memakan banyak tempat atau membusuk sehingga membuat uangnya terbuang sia-sia.
Gambar: Bahan Kedelai yang direbus hingga diaduk sampai mengental
Pelaksanaan sederhana, adalah dengan melakukan semua dengan sederhana tentunya. “Tidak ada job task,” sembur bapak tua yang garis senyumnya terlihat jelas. “Saya tidak pernah mengatakan apa yang harus mereka lakukan.” Ia hanya memanfaatkan ketekunan dan keahlian dari masing-masing anggota keluarganya yang ia perhatikan sejak awal.
Dengan keahlian istrinya dalam “mencicipi” kualitas dari kacang kedelai, mereka bisa menemukan dan mempertahankan kualitas dari Tahu Sumedang Sukaati itu. “Itu adalah bakat. Susah untuk dikuasai.” Bapak Jusup mendemonstrasikan ketika istrinya mengigit kacang kedelai untuk memeriksa kualitas kacang itu.
Namun, Bagaikan tidak bisa lepas dengan tugasnya sebagai ibu yang mengatur pengeluaran rumah tangga, Sulastri (53), Ibu dari kedua anak itupun tidak bisa lepas dari kewajibannya mengatur segala pengeluaran dan pemasukan produk. Ialah yang mengawasi, memikirkan, dan memutar otak ketika perubahan harga terjadi. Terutama jika penaikan dan penurunan harga itu mempengaruhi Kacang kedelai yang mereka dapatkan dari luar negeri. “Pernah pada saat yang lalu (Periode lalu), saat harga dolar naik, kacang kedelai pun naik. Dari Rp. 4000 (perkilo) sampai Rp. 7000 (perkilo). Kelabakan kan kita?” tutur Sulastri ketika mengingat periode dahulu lagi.
Gambar: Para pembeli didepan kios Tahu Sumedang Sukaati
Ketekunan istrinya dalam mengatur pengeluaran dan bahan produksi juga merupakan alasan mengapa perusahaan ini dapat bertahan. Bapak Jusup sudah mempersiapkan hal ini dari awal. Anak pertamanya yang seorang ahli kimia, dan adiknya yang seorang pebisnis handal, sudah dipersiapkan pula untuk terus dapat menopang pabrik ini agar terus berdiri.
“Pabrik ini tidak akan lanjut jika tidak ada pewaris yang melanjutkan.” Itulah kunci mengapa Bapak Jusup sampai sekarang bisa mempertahankan perusahaanya sampai generasi keempat. Ia menjelaskan dengan bangga, bahwa ia sudah mempersiapkan para pewaris, yaitu kedua anaknya, untuk mewarisi perusahaan keluarga tersebut. Dan baik anaknya walaupun seluruh keluarganya, sampai kapanpun tidak akan ragu-ragu untuk memegang gelar sebagai seorang penjual Tahu Sumedang Sukaati.
Gambar: Anak pertama Bapak Jusup yang sedang memotong tahu mentah
“Saya memang penjual tahu, tapi anak saya (menunjuk pria yang sedang memotong-motong tahu mentah) adalah dosen ahli kimia di ITB kelas Internasional. Beliau lalu menambahkan dengan lembut “Bagi saya, yang penting merasa cukup.”
Itulah mengapa, seberapa banyak pun potensi yang dapat dihasilkan dari pabrik Tahu Sumedang Sukaati itu, sesering apapun beberapa orang datang untuk berinvestasi di pabrik itu: Bapak Jusup yang seorang mantan dosen, Ibu Sulastri yang ahli mencicipi kacang kedelai, dan anak-anaknya yang seorang dosen dan pebisnis hebat, tetap tidak melangkah terlalu jauh.
Namun, mampu menjadi salah satu dari 20% perusahaan pribumi yang dapat bertahan lebih dari 2 generasi. (Ghina)
(Gambar: Para Pekerja sedang memproses pembuatan Tahu Sumedang Sukaati dari bahan utama kacang kedelai)
Bandung-Perbedaan dari pengaruh kepemimpinan periode 5 tahun yang lalu dan sekarang benar-benar dirasakan oleh para pengrajin Kacang Kedelai. Pasalnya, di periode dahulu, ketika US dolar naik, harga kacang kedelai yang diimport pun ikut melonjak hingga Rp. 7000 rupiah perkilo dari harga sebelumnya Rp.5000 rupiah perkilo. Hal tersebut sontak membuat para pengerajin kewalahan.
Namun, berbeda dengan periode sekarang. Ketika US dolar naik, harga kacang kedelai dipasaran pun tetap stabil. Hal ini membuat para pengerajin yang menggunakan pemasukan dari negara lain tidak harius kewalahan seperti di periode dahulu. Hal ini serupa dengan apa yang dilontarkan oleh salah satu pemilik perusahaan tahu sumedang Sukaati. Beliau menjelaskan memang ketika dolar sempat naik, mereka sudah cemas akan harga kedelai yang akan melonjak. Namun, mereka lega ketika di periode sekarang, hal itu tidak terjadi.
“Tapi waktu dolar naik, kacangnya ga naik.”
Lalu ketika pemilik tersebut ditanya alasannya, beliau hanya menjawab “Itulah kehebatan Jokowi.” Dengan diiringi nada bercanda.
“Pernah pada saat yang lalu (Periode lalu), saat harga dolar naik, kacang kedelai pun naik. Dari Rp.4000 (perkilo) sampai Rp.7000 (perkilo). Kelabakan kan kita?” tutur Sulastri pemilik perusahaan itu ketika mengingat periode dahulu lagi.
“Sempet panik (pada saat US dolar naik). Sekarangmah distabilkan aja sama pemerintah.”
Beliau mengaku alasan nya memakai kacang kedelai import adalah karena kurangnya pemasokan dari Indonesia sendiri. Namun di Indonesia sendiri kacang kedelai memang menjadi salah satu bahan pokok untuk membuat makanan umum di Indonesia. Seperti tahu dan tempe.
“karena kalau kacang kedelai itu makanan pokok orang indonesia. Kalau dengan harga tinggi, masyarakat indonesia susah. Karena itu harga kacang kedelai itu oleh pemerintah selalu ditekan. Ga pakai berat cukai..” terang Sulastri (53).
Pada tahun 2018, seperti yang telah di beritakan oleh Tempo.com, harga kacang kedelai memang sempat naik menjadi Rp.7500. Namun sebetulnya, Kata Enggrtiasto, pemerintah telah menjalin kerja sama soal kedelai dengan Amerika serikat. Belum lagi para distributor, importir, hingga penjual kedelai, kata Enggartiasto (Menteri Perdagangan), sudah berjanji untuk tidak seenaknya menaikkan harga kedelai dengan pendekatan nilai tukar.
(Gambar: Staff Pemerintah layanan Mepeling menyerahkan data yang diperlukan untuk Masyarakat membuat KIA, UPI Bandung.)
BANDUNG-Tepatnya hari ini (14/3) pukul 09.00WIB, di depan lapangan parkir Universitas Pendidikan Indonesia, DISDUKCAPIL Bandung membuka beberapa spot untuk melayani pembuatan E-KTP, Akta Kelahiran, Akta Kematian, KIA, dan data-data lainnya.
Bapak Yan sebagai Pejabat Disdukcapil menjelaskan kalau acara ini akan berlangsung sampai diperkirakan tidak ada lagi masyarakat yang mendaftar. Untuk spot perekaman ulang atau pembuatan baru E-KTP sendiri, Bapak Yan mengaku baru sekitar 6 orang yang tercatat mendaftarkan diri.
Bapak Yan menjelaskan bahwa layanan Mepeling (Memberikan Pelayanan Keliling) tersebut hanya diprioritaskan untuk WNI saja. Terutama untuk warga Bandung yang belum pernah terekam di E-KTP sama sekali. Untuk masyarakat WNA, Mepeling belum dapat memberikan layanan terkait mendekatnya paska pemilu dan juga oleh prosedur sebelumnya.
“Jadi kita hari ini memprioritaskan pertama warga Bandung, dan yang belum pernah terekam di E-KTP sama sekali.”
“Untuk WNA mungkin nanti setelah pilpres. Karena ada kekhawatiran ada kesalahan memasukan data, sehingga mereka (WNA) menjadi WNI dan bisa mencoblos. Lebih baik kita mulai (pelayanan untuk WNA) setelah April, mungkin Mei.” Jelas Bapak Yan.
Layanan ini tidak dipungut biaya apapun. Masyarakat hanya di minta untuk membawa data-data dan berkas-berkas yang diperlukan untuk membuat KIA ataupun E-KTP. Sementara Bapak Yan menjelaskan bahwa proses perekaman kembali atau pembuatan baru E-KTP akan memakan waktu seminggu.
Info Mepeling ini disebarkan dengan bekerja sama oleh Kecamatan Kelurahan serta pemberian informasi kepada masyarakat melalui IG. Dua bidang dan ditambah anak PKL diturunkan untuk mengurus program Mepeling di UPI tersebut.
Menurut pengakuan Bapak Yan sendiri, Pemerintah Bandung memang sudah menargetkan beberapa kampus negeri yang akan didatangi, Yaitu: ITB, UNPAD, dan UPI. Sementara di POLBAN akan menyusul setelah di UPI selesai. Alasan Pemerintah Bandung menargetkan spot di kampus, salah satunya UPI, karena hal ini sesuai dengan program mereka yang lain yaitu “Walk to school”.(Ghina)
(Gambar: Saksi menjelaskan keterangannya pada hakim agung di sidang lanjutan terkait kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta, Bandung)
Bandung-Sidang lanjutan terkait kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta kepada Bupati Bekasi mengungkapkan fakta kronologi penyerahan uang untuk perizinan Meikarta kepada Bupati Bekasi, Ibu Neneng Hasanah. Alih-alih dari keterangan para saksi yang mengataka PT Lippo Cikarang menjanjikan Rp.20 miliar sebelum perizinan proyek Meikarta dilakukan, namun hanya terealisasi sekitar 10,5 miliyar saja. Hal inipun diberikan secara bertahap melalui saksi EY Taufik secara tunai untuk diserahkan kepada Bupati Bekasi tersebut. Sidang lanjutan tersebut berlangsung di gedung Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A khusus, tepatnya pada hari Rabu, 13 Maret 2019 pukul 10.00 WIB tadi.
Dalam Keterangan saksi pertama, bapak EY Taufik, Kepala Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi mengatakan, awalnya ia dihubungi oleh Bupati Bekasi perihal menanyakan tentang proyek Meikarta.
Taufik kemudian mendapatkan informas tentang proyek meikarta. Ia lalu menghubungi Satriyadi, salah satu saksi yang menghadiri sidang tersebut, lalu saksi tersebut membenarkan fakta tersebut.
Setelah 2 pekan kemudian, Taufik bertemu dengan Satriyadi di salah satu ruko dekat Masjid Cibiru. Dari situlah mereka membahas mengenai perizinan proyek Meikarta dengan luas sekitar 438 hektare.
“Saya bilang besar banget. Lalu beliau menanyakan kira-kira bagaimana prosesnya. Saya bilang ajukan saja. Terus Pak Satriyadi menanyakan berapa biayanya? Saya bilang tidak tahu. Beliau menanyakan bagaimana kalau Rp. 20 miliyar? Saya hanya bilang nanti disampaikan,” begitu ujar kesaksian dari Taufik dalam sidang hari ini (13/3)
Setelah itu, Taufik menghadap ke Bupati Bekasi. Lalu melaporkan hal yang telah ia baicarakan dengan kedua orang tersebut. Taufik menyampaikan bahwa Buoati hanya bilang untukk diproses saja.
Setelah itu proses perizinan mulai berjalan. Taufik meyebutkan bahwa dalam proses IPPT, Edi Soes dan Satriyadi pernah menghadap Bupati Neneng.
“Terkait Perizinan IPPT mohon dibantu.” Begitu kata Taufik saat ditanya apa saja percakapan yang terjadi saat pertemuan oleh jaksa.
Lalu setelah itu, ia hanya mengetahui bahwa IPPT tersebut telah ditandatangani setelha dihubungi oleh Bupati Neneng Hasanah.
EY Taufik menjelaskan bahwa walaupun IPPT yang diajukan seluas 143 hektar, namun hanya 84,6 hektare yang di setujui pada tanggal 12 Mei 2017.
EY Taufik menjelaskan bahwa Bupati Neneng hanya mendapatkan 10,5 miliyar yang diberikan secara bertahap.
Pertama, realisasi 2,5 miliyar terjadi pada Juni 2017. EY Taufik menerima uang tersebut di sebuah ruko depan pom bensin. Uang tersebut ia terima dalam bentuk tunai yang dimasukan dalam kopor berkulit coklat. Uang itu segera EY Taufik berikan pada Bupati Bekasi. Pada Juli 217, EY menerima uang 2,5 miliyar yang dimasukan dalam koper lagi. Lantas EY Taufik langsung mengantarkan uang tersebut ke rumah dinas Bupati Bekasi melalui sekertaris beliau. Pada Agustus 2017, EY menerima 2 miliyar dari Edieus yang dimasukan kedalam tas ransel. Pada Oktober 2017 EY menerima 2 miliyar dalam bentuk USD dolar. Uang tersebut diberikan di masjid dengan dimasukan kedalam amplop coklat. selanjutnya EY Taufik mendapatkan 1,5 miliar. Pada saat itu, iapun mendapatkan 500 juta untuk dirinya. Namun EY Taufik berkata pada jaksa bahwa ia telah mengembalikan 500 juta itu semuanya. Hingga november dan Januari EY Taufik menerima 500 juta dan sisa 100 juta. Total uang yang diberikan oleh EY Taufik kepada Bupati Bekasi berjumlah 10,5 miliyar. (Ghina)
Gambar: Sumpah para Saksi diatas Al-Qur’an pada Sidang kasus dugaan Suap perizinan Meikarta kepada terdakwa Bupati Bekasi
Bandung-Pada hari rabu (13/3) 2019 pagi tadi, tepatnya pukul 10.00 WIB, sidang lanjutan terkait kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta kepada Bupati Bekasi yang digelar pada gedung Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A khusus menghadirkan 9 saksi dan 5 terdakwa. Saksi yang dihadirkan antara lain berjumlah 10 orang, yaitu E. Yusup Taufik, Dwi Soesianto, Satriyadi, Bartholomus Toto, Acep Aki, Haji Salim, Usep Efendi, Husnadi, dan Maslawa. Tiga saksi diantaranya adalah pegawai dari PT. Lippo. Dengan E Yusuf Taufik selaku eks ajudan Bupati Bekasi, Bortholomeus Toto selaku eks presiden direktur PT Lippo, dan dua anak buahnya yang mengurus perizinan Meikarta, Edi Dwi Soesianto dan Satriyadi.
Para saksi yang terdiri dari 9 orang tersebut mengaku hanya mempunyai hubungan pekerjaan dengan beberapa para terdakwa dan tidak mempunyai hubungan keluarga lain. Beberapa saksi mengaku hanya mengenal terdakwa Ibu Neneng Hasanah. Selain itu, dari kelima terdakwa yang dipanggil ke persidangan, hakim memutuskan bahwa pengadilan hari itu hanya akan membahas terdakwa Ibu Neneng Hasanah saja. Sidang ini kembali digelar setelah pekan lalu ditunda.
Lima orang terdakwa dipanggil ke persidangan yaitu Bupati Bekasi non-aktif Neneng Hasanah yasin, PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkan Bekasi Sahat Banjarnahor, Kepala Dinas Penenaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Penataan Rang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Ramli Nurlaini.
Adapun agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan para saksi yang hadir. Salah satunya untuk membuktikan fakta pemberian uang terkait izin pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) senilai 10,5 Miliyar kepada Bupati Neneng dari pihak Lippo Cikarang yang diberikan secara berkala melalui mantan ajudan EY Taufik. (Ghina)
Foto: wawancara Wakil wali kota (kanan) dan Wali Kota Bandung (Kiri) pada pertemuan rencana Pembangunan BIURT di Balai Kota Bandung
Bandung-Pemerintah kota Bandung mengaku pembebasan lahan sempat menjadi kendala pembangunan jalan tol ruas bangunan Intra Urban Tol Road (BIUTR)
Hari Senin (11/3) tanggal 11 Maret 2019 bagian humas Balai Kota Bandung mengumumkan agenda Pemerintah Kota Bandung di blog resmi humas.bdg. Dalam laporan tersebut diberitahukan bahwa pemerintah kota bandung akan menerima audiensi PT Wijaya Karya tentang rencana pembangunan jalan tol ruas bangunan intra urban tol road (BIUTR). Pertemuan ini berlangsung di ruang tengah Balai kota sekitar pukul 13.00 WIB.
Pada saat jumpa pers berlangsung di akhir acara Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial dan wakil nya Bapak Yana mengaku salah satu kendala pembangunan ini sebelumnya dikarenakan oleh Pembebasan lahan yang sempat terganggu. “Yang menjadi masalah adalah pembebasan lahan.” Ucap Wakil Wali kota Bandung tersebut kepada wartawan. Namun beliau juga menambahkan bahwa untuk hal ini Pemerintah Kota Bandung akan menyerahkannya pada pemerintah Swasta dan Pusat.
“Semua pembebasan lahan akan ditanggung oleh pemerintah swasta dan pusat terlebih dahulu, karena jalan itu (semua) adalah milik negara.” Wakil Wali Kota Bandung itupun juga menambahkan bahwa telah terdapat program pemerintah pusat yang mengatur pembebasan lahan. Ia juga mengatakan peran Pemerintah Kota Bandung hanya membantu untuk merealisasikan jalan tersebut hingga dapat digunakan. Karena itu untuk masalah pembebasan lahan, akan diserahkan ke pihak lain.
Pembangunan Jalan tol ini sendiri rencananya akan dibangun sepanjang 27,3 kilometer yang dapat menghubungkan Pasupati menuju Underpass gasibu, melewati Cicahem. Kemudian akan dilanjutkan ke Ujungberung, lalu diteruskan ke Soekarno Hatta, Cibiru sampai dengan Cileunyi. Pembangunan ini sendiri bertujuan untuk mengurangi angka kemacetan sampai 50 persen, untuk pembangunan kali ini pemerintah berharap dapat mengurangi kemacetan terutama di titik Arcamanik.
Diakhir, Bapak Wali dan Wakil kota Bandung pun menambahkan bahwa ia berharap pembangunan jalan tol ini akan berjalan lancar sampai pada tahap satu dan meminta para warga bandung untuk mendoakan lancarnya pembangunan jalan tol ini agar menjadikan Bandung kota yang lebih baik lagi. (Ghina)
Penurunan Harga Telur sampai Naiknya harga Cabe Rawit di Pasar Rancabentang.
(Suasana di pasar Rancabentang pada pagi hari. Bandung, 2 maret 2019)
Pagi hari tepatnya pada tanggal 2 Maret 2019 terjadi penaikan sekaligus penurunan harga pada beberapa bahan pokok di pasar yaitu pasar Rancabentang. Menurut beberapa warga yang berbelanja disana sekaligus pernyataan sebagian para penjual, harga bahan pokok yang mengalami kenalikan adalah. Harga cabai rawit dipasar mengalami kenaikan harga.
“Kalau yang paling naik paling cengek (cabe rawit). ” Penjual tersebut mengatakan kenaikan harga tersebut mungkin disebabkan oleh keadaan cuaca. Namun ia menambahkan tidak ada lagi kenaikan harga yang tinggi selain cabe rawit. ”Mungkin karena cuaca. Tidak tahu sih. Tapi sayur dan yang lain biasa-biasa saja.” Jelas salah satu pedagang di pasar Rancabentang itu setelah ditanya soal kenaikan harga cabe rawit tersebut.
Hal ini bertolak belakang dengan harga telur ayam yang mengalami penurunan harga. Seorang pedagang menjelaskan bahwa harga telur ayam telah turun sekitar 4000 rupiah dari harga asal 27.000 rupiah menjadi 23.000 rupiah per kilo. Penurunan ini sudah berlangsung sekitar seminggu. Pembeli tersebut menjelaskan bahwa hal ini menyebabkan pendapatan yang ia dapatkan lebih sedikit dari yang seharusnya. Untuk telur jenis lain seperti telur puyuh, bebek, dan telur asin, penjual tersebut tidak bisa berkomentar apapun. Namun untuk telur asin sendiri, beliau menerangkan bahwa harga yang dipatok adalah 10.000 per tiga biji. Lebih murah 500 dari harga yang sebelumnya. Sementara untuk telur bebek dihargai 3500 rupiah per satu telur.
Sementara untuk harga daging ayam, ikan dan sapi, tidak mengalami perubahan yang tinggi. Ayam broiler masih dengan harga yang sama yaitu sekitar 35000 sekilo sementara harga ikan dipatok sekitar 32000 sekilo.
Bahan-bahan pokok lain seperti minyak, bawang, gula, garam, dan beras tidak mengalami perubahan apapun dari segi harga.
Kenaikan harga cabe rawit dan penurunan harga telur ayam tidak bisa di prediksi oleh para penjual sampai kapan. Namun para penjual dan pembeli mengaku yakin penurunan harga ini akan berubah di waktu yang akan datang. Apalagi cabe rawit yang melihat perubahan iklim yang terjadi antara bulan februari dan Maret.