
Bandung-Perbedaan dari pengaruh kepemimpinan periode 5 tahun yang lalu dan sekarang benar-benar dirasakan oleh para pengrajin Kacang Kedelai. Pasalnya, di periode dahulu, ketika US dolar naik, harga kacang kedelai yang diimport pun ikut melonjak hingga Rp. 7000 rupiah perkilo dari harga sebelumnya Rp.5000 rupiah perkilo. Hal tersebut sontak membuat para pengerajin kewalahan.
Namun, berbeda dengan periode sekarang. Ketika US dolar naik, harga kacang kedelai dipasaran pun tetap stabil. Hal ini membuat para pengerajin yang menggunakan pemasukan dari negara lain tidak harius kewalahan seperti di periode dahulu. Hal ini serupa dengan apa yang dilontarkan oleh salah satu pemilik perusahaan tahu sumedang Sukaati. Beliau menjelaskan memang ketika dolar sempat naik, mereka sudah cemas akan harga kedelai yang akan melonjak. Namun, mereka lega ketika di periode sekarang, hal itu tidak terjadi.
“Tapi waktu dolar naik, kacangnya ga naik.”
Lalu ketika pemilik tersebut ditanya alasannya, beliau hanya menjawab “Itulah kehebatan Jokowi.” Dengan diiringi nada bercanda.
“Pernah pada saat yang lalu (Periode lalu), saat harga dolar naik, kacang kedelai pun naik. Dari Rp.4000 (perkilo) sampai Rp.7000 (perkilo). Kelabakan kan kita?” tutur Sulastri pemilik perusahaan itu ketika mengingat periode dahulu lagi.
“Sempet panik (pada saat US dolar naik). Sekarangmah distabilkan aja sama pemerintah.”
Beliau mengaku alasan nya memakai kacang kedelai import adalah karena kurangnya pemasokan dari Indonesia sendiri. Namun di Indonesia sendiri kacang kedelai memang menjadi salah satu bahan pokok untuk membuat makanan umum di Indonesia. Seperti tahu dan tempe.
“karena kalau kacang kedelai itu makanan pokok orang indonesia. Kalau dengan harga tinggi, masyarakat indonesia susah. Karena itu harga kacang kedelai itu oleh pemerintah selalu ditekan. Ga pakai berat cukai..” terang Sulastri (53).
Pada tahun 2018, seperti yang telah di beritakan oleh Tempo.com, harga kacang kedelai memang sempat naik menjadi Rp.7500. Namun sebetulnya, Kata Enggrtiasto, pemerintah telah menjalin kerja sama soal kedelai dengan Amerika serikat. Belum lagi para distributor, importir, hingga penjual kedelai, kata Enggartiasto (Menteri Perdagangan), sudah berjanji untuk tidak seenaknya menaikkan harga kedelai dengan pendekatan nilai tukar.



